BSoD atau biasa disebut dengan Blue Screen of Death bukan merupakan hal yang baru. Fenomena ini sangat menjengkelkan, karena munculnya yang tiba-tiba dan tidak terprediksi. Kalo anda belum sempat menyimpan file pekerjaan anda, bersiaplah untuk mengulangi pekerjaan anda. Kemunculan si layar biru ini, akan memaksa kita untuk merestart paksa komputer kita.
Ternyata Blue Screen ini memiliki beberapa tipe, yang dapat menggambarkan permasalahan yang sebenarnya terjadi. berikut beberapa layar biru yang paling sering muncul pada Windows XP :
IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL
Ibaratnya primadona, layar biru jenis ini paling tenar karena sering muncul. Penyebab terjadinya layar biru ini dikarenakan masalah driver yang tidak cocok maupun bentrok. Tapi, layar biru ini bisa juga disebabkan oleh overclock kartu grafis yang berlebihan.
Solusinya? Coba analisis apakah anda baru ganti kartu grafis baru? Apabila iya, pastikan driver VGA yang lama dihapus sebelum install driver kartu grafis yang baru. Pastikan driver memang cocok denganĀ kartu grafis milik anda.
Apabila layar biru ini terjadi karena anda menaikkan clock kartu grafis anda, maka coba turunkan clock kartu grafis tersebut.
INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE
Layar biru dengan pesan error seperti ini disebabkan karena adanya kesalahan dalam konfigurasi jumper hard disk. Selain itu virus dalam boot sector, driver IDE controller yang salah, atau kesalahan driver chipset juga bisa jadi biang keladi.
Cara mengatasinya, periksa jumper hard disk. Pastikan konfigurasi master atau slave. Biasanya sih, untuk membuat slave, anda cukup mencopot saja jumpernya
NTFS_FILE_SYSTEM atau FAT_FILE_SYSTEM
Dari pesan errornya saja sudah terbayang penyebab terjadinya layar biru ini. Kalau anda menebak layar biru berpesan error tersebut disebabkan oleh file system yang rusak pada hard disk, jawaban anda tepat.
Cara menanganinya begini. Coba periksa hard disk dengan membuka Windows Exploler. Klik kanan pada drive hard disk, lalu klik “Properties”. Klik “Tools”, lalu klik “check now”. Pada tab “error checking”, beri tanda centang pada kedua opsi, lalu klik “OK”. Restart PC.
Coba periksa kabel hard disk. Apakah sudah terpasang dengan mantap? Kalau belum, coba kencangkan kabel tersebut. Apabila layar biru masih sering muncul, cobalah untuk memperbaiki file sistem yang rusak dengan utiliti seperti Partition Table Doctor.
UNEXPECTED_KERNEL_MODE_TRAP
Layar biru ini disebabkan karena adanya overclock yang berlebihan, memori yang bermasalah, atau BIOS yang ngaco. hal ini juga disebabkan oleh komponen komputer yang terlalu panas.
Untuk menangani layar biru ini, turunkan clock prosesor dan kartu grafis. Periksa juga kecepatan kipas prosesor dan kartu grafis. Jika putaran kipasnya sudah lemah, sebaiknya anda mengganti kipas-kipas tersebut.
Apabila laya biru ini disebabkan oleh BIOS yang ngaco, maka anda bisa update BIOS. Jangan lupa untuk memastikan BIOS yang baru kompatibel dengan motherboard. Ingat ! Pada saat update BIOS, litrik ke rumah jangan sampai terputus. Kalau sampai terjadi, rusaklah motherboard anda.
Periksa juga RAM dengan menggunakan perangkat lunak penguji memori. Misalnya Memtest86. Apabila terdeteksi RAM yang bermasalah pada hasil pengujian tersebut, gantilah RAM yang bermasalah. Sebelum mengganti RAM, jangan lupa perhatikan jenis socket dan kecepatan socketnya.